Sesuai janjinya tadi, setelah beres bantu-bantu Papa mencuci mobil, Yicel langsung pamit untuk pergi mengantar kue bolu marmer itu. “Met siang, Mas Praya!” “Astaga! Cel, bisa nggak, nggak usah ngage...
Meskipun masih ada beberapa kafe lain di sekitaran sekolah Yicel, tapi nggak tahu kenapa, yang punya Bhumi selalu jadi yang paling ramai. Mungkin, karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan halt...
Pelajaran sudah ditutup sedari lima menit yang lalu, tapi karena Yicel, Raleigh dan Widuri mendapatkan jadwal piket kelas untuk hari ini, jadi mereka bertiga harus membereskan kelas terlebih dahulu se...
--- *Kring… Kring… Kring… “Seluruh pelajaran hari ini telah selesai. Sampai jumpa besok pagi dengan semangat belajar yang baru,”* “Lu pulang dijemput Bang Huges lagi apa dijemput nyokap, Lei?” tanya...
Seperti intruksi Ayah via chat sebelumnya, selesai memakai baju seragam dengan rapih di kamar setrika, Yicel menyegerakan langkahnya menuju meja makan, disana sudah ada Ayah yang telaten menyiapkan sa...
Jarak tempuh dari Sekolah ke kafe nggak terlalu jauh, hanya berjarak lima enam sampai tujuh ruko saja, dan kalo boleh pilih, kayaknya Yicel mending ke kafe jalan kaki di trotoar aja dari pada harus ja...
Praya nyerah, dia nggak cukup sabar menghadapi pria kecil yang tetap nggak mau pergi dari tempat ini walaupun sudah berkali-kali diusir dengan berbagai ancaman untuk anak kecil seperti, *“Kalo pulangn...
Bercerita tentang seorang penulis...
--- Minggu ini bisa dibilang minggu tenang untuk anak-anak *slepet* karena Dewo sengaja mengosongkan jadwal mereka untuk beristirahat. Sigit diizinkan Dewo pulang ke rumahnya untuk beberapa hari ke d...